
NgajiKita.com- Admin membagi atau sharing yang sobat mungkin memerlukan artikel ini. Apa itu admin? Bareng-bareng yuk, kita obrolkan.
Mungkin kita kali ini masih dianggap anak bawang dari (Boss), nah sangat wajar memiliki rasa takut kepada Atasan. Diibaratkan pakai baju kalau gak pake bawahan, ya juga barabe. Hehe..
Perasaan “takut” kepada atasan, sifat itu janganlah berlarut-larut. Sebab dapat nurunin kinerjamu dalam bekerja. Bisa kurang nyaman, atau dapat beban tambahan saat ngantor, karena hanya alasan “takut pada atasan.”
Bagaimana nih admin, untuk menghadapi rasa takut ini?
Cari Penyebab Rasa Takut kepada Boss

Berbagai sumber yang admin tarik, dan dijadikan wacana yakni, daily Forbes . Perasaan “rasa takut” pada boss (atasan) merupakan hal yang wajar banget.
Lazim dirasakan bagi sobat yang baru bekerja fresh graduates, atau bisa disebut newbie di perusahaan baru. Umum di rasa, karena adanya perasaan tidak memenuhi ekspetasi dari apa yang diharapi di kepala kita. “Ngantor nyaman banget! Eh ternyata…bos nya galak!”
Berbagai kesimpulan memang gaya kepeimpiman dari atasan memberikan perasaan “dag, dig, dug” rasa takut kepada pegawainya.
Perihal ini, terjadi karena sikap, komunikasi, terus respons atasan (boss) terhadap suatu masalah.
Selain itu yang memiliki rasa takut kepada atasan, itu disebut perasaan inferior. Bisa jadi sobat menganggap setiap hal yang dikerjakan sebagai beban. Sudah ada beban hidup, tambah beban kerja. Ups..
Rasa seperti ini apakah pengaruh pada “Target Kerja” kah?
Bisa jadi! Karena, perasaan ini tidak-tidak hentinya akan mempengaruhi. Seperti setan membisik. Target kinerja sobat dari atasan akan berantakan setiap hari.
Maka, kamu perlu hadapi rasa takut ini. Supaya lebih nyaman dan baik dalam berkerja.
Selanjutnya, baca lagi yuk. Agar paham.
Solusi, Menghadapi Rasa Takut Kepada Atasan
Ada masalah pasti ada solusi, dibawah bisa Sobat Ngaji praktekan. Satu demi satu dan ikhtiyar-kan (istiqomah), pasti penyakit rasa takut dan minder akan hilang.
Kita akan bisa menghilangkan rasa minder, perlahan-lahan aja. Jalani dengan baik saja.
Pahami Bahwa Sobat, Memiliki Potensi yang Harus Dinilai

Rasa takut memang akan selalu terjadi, sebab sobat merasa tak memiliki kemampuan (potensi) atau pengetahuan (intelek) yang cukup untuk bekerja dengan atasan (boss besar).
Perasaan ini disebabkan atau sifat minder muncul terhadap rekan kerja, sampai ke atasan pula.
Akan tetapi perlu diingat! sobat sudah sukses melewati, tahapan wawancara dan diterima setelah itu boleh bekerja, dalam perusahaan tersebut.
Berarti kesimpulannya, kamu punya nilai (potensi) yang memang dibutuhkan bisnis dalam perusahaan tersebut.
Setelah memahami perihal ini, sobat dapat lebih tenang dan mengurangi rasa minder sekaligus rasa takut saat berkerja dengan atasan (boss besar).
Kedua Urusan Kantor bukan Hanya Tentang-mu

Sumber website elit The Muse, seorang (boss besar) umumnya akan lebih memperhatikan hal-hal berskala besar. Sebab itu lebih akan lebih menentukan kebijakan perusahaan.
Jadi sobat bisa melawan rasa takut kepada atasan, mulailah menanam pikiran bahwa tidak semua urusan dan bencana yang ada di kantor bukan karenamu.
Akan tetapi, jangan belagak tidak peduli lagi pada pekerjaan sobat! Sobat-pun masih dibutukan untuk kerja dengan baik dan lebih produktif demi target perusahaan.
Ketiga, Cobalah Berani Mulai Berkomunikasi

Sobat sudah sukses menerapkan 2 tahap tadi, kali ini tidak ada salahnya, jika memulai berani praktek komunikasi.
Umum sih, rasa takut terjadi. Sebab sobat belum pernah coba berkomunikasi dengan (boss besar) dan mulai membuat asumsi.
Sobat bisa coba memandang atasan dari tampilan luar saja. Tentu, akan beda, ketika sobat berkomunikasi dengannya.
Mulailah komunikasi. Sobat akan memiliki pandangan lain tentang (boss besar), dan akan membuat kita mudah berkerja bersama atasan.
Kedua, admin bisa komunikasi dengan atasan seperti rekan atau saudara. Namun, harus paham sikon (situasi) antara lingkungan kantor dengan rumah.
Keempat, Pahami Karakter Boss Besar (Atasan)
© Unsplash.com
Komunikasi sudah bisa, sobat akan lebih paham tentang karakteristik atasan. Tentu akan lebih tahu, apakah atasanmu orang yang kaku atau terbuka.
Rasa takut akan sirna deh, sobat akan lebih enjoy dan tahu bagaimana seharusnya bersikap, ketika bekerja dengan (boss besar).
Sobat akan tahu timing yang tepat untuk whatsapp-an atau calling-calling dengan ( boss besar). Akan tahu juga bahasa yang pas bagaimana, untuk komunikasi dengan si-Dia.
Kelima, Berikan yang Terbaik untuk si-Boss
© Freepik.com
Selanjutnya untuk melawan atau menghadapi rasa takut kepada (boss besar). “Berikan yang Terbaik.” Bukan hanya kekasih aja lho atau keluarga, boss besar juga butuh. Hehe.
Bekerja dengan pefect sampai angka 100% untuk tim dan perusahaan. Focus pada proses dan goal yang mau dicapai bersama-bersama.
Dengan cara memiliki kinerja baik tentu akan menambah potensi serta nilai tambah bagimu. Memiliki kinerja yang baik tentu menjadi nilai tambah bagimu. Atasanmu akan lebih memperhatikan sobat dan membantu proses career development-mu lho.
Cukup dah admin, sharing sampai di sini. Itulah beberapa cangkupan untuk melawan rasa takut-sobat kepada atasan (boss besar), dengan cara-cara di atas semoga sobat Ngaji akan enjoy dan lebih produktif dalam bekerja bersama si-Dia.
Satu lagi, Miliki rasa nyaman untuk bekerja dengan sama boss besar, demi dapat mengembangkan kariermu kedepannya. So, kalau masih ragu dan banyak uneg-uneg yang harus dikeluhkan.
Diskusikan di komentar, atau sama nomor admin di bawah dan join grub.
Terimakasih atas baca-baca di sini sobat NgajiKita, semoga bermanfaat.
Untuk informasi Join, keanggotaan Ngajikita:
- Join dan Bantu, yuk sobat Ngaji. Dengan cara:
- SPONSOR hubungi: Kak Admin 082237475484
- DONASI hubungi: Kak Admin 082237475484
REKENING DONASI : Rek. Bank Muamalat : 7410074032An. Sdr. Adam Muhammad (kode bank : 147)