Pentingnya Memahami 10 Nilai dan Syarat Mewujudkan, Masyarakat Madani

Ngajikita.com – News Letter, bahasa keren admin. Alias berita baru, atau sebuah infromasi. Bisa dibaca atau hanya lihat visual (gambar)  nya saja juga boleh. 

Admin, kali ini ingin sharing mengenai Mewujudkan Masyarakat Madani. Apa itu Madani, dan bagaimana prosesnya? Kita kupas sedikit demi sedikit lama-lama paham. Hehe.

Menjamin keseimbangan antara masyarakat dan Negara, maka dalam masyarakat madani, muncullah nama Trias Politika, apa sih teori tersebut? nama ini, bisa digamarkan, “memisahkan kekuasaan negara, menjadi tiga bagian” yakni, Legislatif, yang memiliki wewenang membuat hukum sekaligus, membatasi aturan kekuasaan badan eksekutif maupun pemerintah.

@mmc.tirto.id

Di zaman nabi, 622 M, nama dan istilah ini sudah difaham dan pembangunnya Nabi Muhammad Sallallahu A’laihi Wassalaam yang diterapkan pada kota Madinah pada tahun tersebut. Kejayaan dan kemajuan kejelasan hukum dan konstitusi, di zaman tersebut sama zaman now, berbanding jauh banget. Mereka menerapkan masyarakat madani , sampai membentuk nama “Piagam Madinah.”

Apa Itu Masyarakat Madani?

freepik.com

Masyarakat Madani, kalau kita translated “civil society” istilahnya, masyarakat yang di dalamnya berindividu yeng memiliki kesempatan (claim) untuk mengungkapkan pendapatnya, berprestasi dan memeluk keyakninannya-tauhid.
Sebagai sebuah wujud masyarakat yang terbuka. Jadi, lahirlah masyarakat yang manusia-manusianya bisa berkembang secara baik dari “inteleks”, tangggung jawab, dan aspek-aspek kehidupan yang lainnya. 

Nah, apabila masyarakat memiliki penerapan seperti itu, kemungkinan besar manusia untuk berkembang secara utuh sampai terbentuk suatu lingkaran masyarakat yang saling “menghormati” atas kemampuan masing-masing individu dalam berkreasi dan bersama-sama mewujudkan, demi percapaian target atau tujuan bersama, yakni kesejahteraan bersama. 

Selanjutnya, sobat ngaji. Bisa memahami nilai-nilai masyarakat Madani. 

Nilai-nilai yang Harus Ada dalam Masyarakat Madani

nkfu.com

John Locke (seorang filsuf ) dalam teorinya mengenai perihal ini (masyarakat madani), menyatakan bahwa kekuasaan negara tak boleh mutlak, namun harus ada batas-batasnya. Maksudnya gimana sih?

Batas yang dimaksud adalah “Hak asasi manusia yang paling dasar”  atau yang dikenang sebagai human right. Pasti sobat ngaji pernah denger, dari berita atau baca-baca buku. 

Menurut John Locke , hak-hak manusia yang pailing dasar bisa disebut “hak atas untuk hidup”, “hak atas kemerdekaan”, “hak atas kepemilikan.” Jika pandang dari pengertian beliau, bisa disimpulkan masyarakat madani adalah di mana dijaminnya hak-hak asasi yang mendasar, yang tadi telah disebut civil right. Perbedaanya dengan masyarakat politik adalah “kekuasaan negara di dalam masyarakat madani dibatasi.” 

Selanjutnya, sedangkan perbedaan dengan masyarakat alamiah merupakan di mana mereka boleh berkuasa, namun peran negara tidak sepenuhnya hilang. Masyarakat madani terdapat beberapa asas nilai yang harus dimaknai dan ditanamkan sejak dini ke dalam diri setiap individu, yakni bisa sobat baca:

  1. TOLERANSI, bisa dirtikan: sebagai sikap menghargai serta menghormati perbedaan yang terdapat di dalam masyarakat. 
  2. KEADILAN SOSIAL, bisa diartikan: sebagai sikap tak membeda-bedakan dalam pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban setiap anggota masyarakat. 
  3. DEMOKRASI, bisa diartikan: kedaulatan rakyat dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat berinteraksi dengan sekitarnya secara demokratis, tanpa permasalahan perbedaan title atau sosial yang ada. Demokratis meliputi aspek kehidupan, yakni politik, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan. Oleh karena itu, penting juga bagi anggota “masyarakat madani” untuk mengerti sistem demokrasi. 
  4. PLURALISME, bisa diartikan: keberadaan masyarakat yang majemuk sehingga setiap individu harus memahami dan menyikapi perbedaan sikap yang tulus. Maka dari itu, penerimaan dari setiap individu terhadap “perbedaan sosial” adalah salah satu “cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia.”

Next, bisa dilanjutkan. Penjelasan “Syarat Membentuk Masyarakat Madani”

Syarat-Syarat Terbentuknya Masyarakat Madani

syarat masyarakat madani
freepik.com

Mungkin dari sobat ngaji, sudah sedikit demi sedikit memahami tentang masyarakat madani dari penjelasan atas sampai scroll ke bawah, maka bisa kita kasih faham bahwa untuk mewujudkan terciptanya perihal ini yang harus dipenuhi oleh suatu masyarakat, diantaranya bisa sobat baca berikut ini:

1. Tak Ada Kata “Dominasi Kekuasaan Pemerintah Atas Masyarakat Madani”

Tidak adanya monopoli, salah satu aspek kehidupan atau pemusatan oleh salah satu kelompok masyarakat, sebab pada dasarnya setiap masyarakat memiliki “hak” yang sama dalam aspek-aspek kehidupan, baik aspek politik, ekonomi, pendidikan, dan aspek lainnya.

2. Masyarakat Memiliki Hak Akses Publik, yang Bebas untuk Sarana Mengemukakan Pendapat. 

Hak Akses (ruang) publik yang bebas, meruapakan masyarakat akan berada dalam posisi yang setara. Akses gerak masyarakat dalam setiap aspek kehidupan can’t be limited (tidak boleh dibatasi), sebab masyarakat akan sulit untuk mengemukakan pendapatnya. 

3. Pemenuhan Kebutuhan dasar Setiap Individu, Keluarga dan Kelompok dalam Masyarakat

Mengenai pernyataan tersbut, ada kaitannya dengan revisi dalam bidang “ekonomi” untuk peningkatan pendapat masyarakat, selain itu menunjang program pemerintah. Hal tersebut sudah pasti tidak akan muncul dengan sendirinya. Namun, merupakan hasil dari pendidikan sebagai wadah mengembangkan kepribadian. 

4. Setiap Masyarakat Harus Menerima Setiap Perbedaan Sosial (Suku, Ras, Agama, dan seterusnya)

Ini bisa dipandang positif dalam kehidupan bersosial “masyarakat”. Sikap tidak dapat menerima perbedaan sosial akan berdampak penyebabnya lunturnya bhinneka tunggal ika. Bisa jadi, akan dinyatakan sebagai dasar terbentuknya suatu kelompok “masyarakat madani” adalah pendidikan

Apakah bisa terwujud? Bisa, asalkan “sekelompok individu tidak mengesampingkan pendidikan.”

5. Setiap Masyarakat Yang Berkemampuan di Berikan Hak dan Kesempatan.

Untuk terlibat dalam forum untuk membahas isu-isu yang menyangkut kepentingan bersama serta menentukan kebijakan publik, terutama di bidang politik agar setiap individu memiliki kesadaran politik yang tinggi dan tidak bersifat apatis. Setiap individu di dalam masyarakat madani memiliki hak dan kewajiban yang sama, serta harus menjunjung tinggi nilai-nilai etis demi kemajuan bersama.

6. Memiliki Rasa dan Sikap Toleransi Sehingga Antar MasyarakatDapat Menghargai dan Menghormati Satu Sama Lain.

Dalam setiap perbedaan,dari mulai perbedaan keyakinan, kebudayaan, hingga perbedaan pendapat. Masyarakat Madani terbentuk dengan individu yang memiliki ketakwaan yang tinggi kepada Tuhan, berusaha terus untuk memajukan dan hidup dengan pendidikan, sains juga teknologi, mengamalkan nilai kewarganegaraan, memiliki akhlak dan moral yang baik, dan ikut berpengaruh dalam menentukan suatu keputusan dalam masyarakat.

7. Sistem Pemerintahan yang Melingkupi Lembaga Hukum, Ekonomi, dan Sosial.

Sistem pemerintahan yang menjadi syarat masyarakat madani dalam melingkupi lembaga hukum, ekonomi, dan sosial berjalan dengan produktif dan menjunjung tinggi nilai keadilan. Pendidikan merupakan prioritas tertinggi karena merupakan salah satu pilar perkembangan manusia. Selain memahami nilai-nilai yang terkandung dalam masyarakat madani, kita juga harus bisa memahami ciri-ciri masyarakat madani.

8. Hubungan Antar Masyarakat Berjalan Dengan Teratur dan Terbuka.

Serta di dalamnya terdapat kepercayaan antara satu sama lain. Dalam berhubungan secara sosial, setiap individu dalam masyarakat madani harus memahami seluruh norma dalam masyarakat yang berlaku.

9. Hilangkan Sikap Diskriminasi Dalam Setiap Bidang dan Aspek Kemasyarakatan.

Salah satunya dalam pembangunan dan pelayanan sosial. Masyarakat Madani adalah masyarakat yang manusia-manusia di dalamnya saling menghargai satu sama lain, saling mengakui hak-hak asasi manusia satu sama lain, dan menghormati setiap prestasi atau pencapaian dan kemampuan individu yang ditunjukan untuk masyarakat.

10. Tersedianya Sistem Pendidikan yang Berjalan Dengan Baik.

Sehingga dapat menjadi media untuk mengembangkan sumber daya manusia baik secara mental maupun sosial, agar setiap manusianya memilki kemampuan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri dan masyarakat disekitarnya. Pendidikan juga berpengaruh besar dalam menunjang pertumbuhan intelektualitas dalam masyarakat.

Menurut salah satu sumber, masyarakat madani yang diharapkan pada masa kini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Masyarakat yang lebih terbuka
  • Menjunjung tinggi nilai kejujuran, nilai keadilan, serta nilai kemandirian. Disinilah pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter dalam membangun masyarakat madani.
  • Menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Memihak kaum yang lemah, terlebih dalam bidang hukum, tidak membela yang kuat hanya karena suatu kepentingan.
  • Menjamin kebebasan beragama dan berpendapat.
  • Menjamin hak kepemilikan
  • Menghormati hak-hak asasi manusia. Jika terjadi pelanggaran pun, upaya penyelesaian pelanggaran HAM tersebut harus dilakukan secara adil.

Masing-masing individunya pun menyadari tanggung jawabnya, tidak pada dirinya sendiri namun juga tanggung jawabnya pada masyarakat. Sikap saling menghormati bukan hanya muncul atas dasar keturunan atau asal-usul.

Wasiat Terakhir Nabi, untuk Mewujudkan Masyarakat Madani

Wasiat Nabi demi Masyarakat Madani

Ada beberapa wasiat penting, bukan warisan. Jadi bisa sobat baca ya, pelan-pelan. Karena, mengandung bawang.

Pidato dan wasiat ini sangat emosional dihadapan para sahabatnya, pada saat. Menjadi perhatian bagi seluruh umat-Nya.

Wasiat ini diucapkan, Nabi kira-kita tiga bulan menjelang wafat di Padang Arafah waktu menunaikan ibadah, yang dikenang sebagai Khutbat al Wada’ (Pidato Perpisahan).

“Nabi Muhammad SAW” mengutarakan pidatonya “Wahai manusia (umat-Ku), dengarkanlah ucapankku: Aku sesungguhnya tidak tahu apakah aku masih akan bertemu setelah ini. Sesungguhnya jiwamu dan harta bendamu adalah suci (harus dihormati).

“Aku telah sampaikan ini. Barangsiapa yang diberi amanah, tunaikanlah amanah itu. Sesungguhnya riba itu harus dihapuskan, Jangan menganiaya dan jangan dianiaya.”

Wahai umatku, “Sesungguhnya kamu punya hak yang harus dipenuhi oleh istri-istrimu. Mereja juga punya hak yang harus Engkau penuhi. Sungguh aku telah sampaikan ini.

Wahai Tuhan (Allah), aku telah sampaikan. Wahai manusia, apakah aku telah sampaikan?. Ya Tuhan, saksikanlah ini.”

Nabi Muhammad SAW.

Khutbah Nabi itu menunjukkan betapa pentingnya perikemanusiaan yang tanpa pandang perbedaang agama itu. Semoga tidak ada lagi penganiayaan, penjarahan, penyalahgunaan amanah, kezaliman dan pengingkaran terhadap hak-hak asasi manusia.

Terimakasih atas baca-baca di sini sobat NgajiKita, semoga bermanfaat.

Untuk informasi Join, keanggotaan Ngajikita:

REKENING DONASI : Rek. Bank Muamalat : 7410074032An. Sdr. Adam Muhammad (kode bank : 147)

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp
Email
Telegram
LinkedIn
VK